people who loved you

Setiap kali saya merasa seperti sampah. Seperti tidak ada yang menginginkan kehadiran saya. Seperti tidak ada yang peduli. Entah bagaimana caranya, tetapi saya selalu disadarkan oleh Tuhan melalui orang-orang yang ada di sekeliling saya.
Saya selalu diingatkan kalau saya dikelilingi oleh orang-orang yang memang menyayangi saya. Orang-orang yang peduli pada saya. Dan saya selalu diingatkan kalau saya tidak sendirian.

People who loves us for who we are, no matter what, these things doesn't come cheap...

I know I should be grateful. Saya tahu kalau banyak orang yang masih peduli pada saya.

Namun... hati ini tetap tidak bisa berbohong. Kekosongan besar selalu mengisi hati saya. Ketakutan berlebih kalau tidak ada orang yang benar-benar tulus menyayangi, masih menghantui saya. Pikiran negatif mengenai orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan saya, masih senantiasa berputar di kepala saya.
Tidak jarang saya berpikir, andai mereka tidak membutuhkan saya dalam hal ini atau hal itu, apakah mereka semua masih mau berurusan dengan saya? Dan ketika mereka tidak membutuhkan saya lagi, apakah mereka akan pergi dan menganggap saya orang asing?

Pikiran ini memang menjengkelkan bagi orang yang mendengarnya. Saya tahu mereka lelah karena saya harus selalu terus-menerus menguji kesetiaan mereka.
Saya tahu ini salah. But I can't help feeling like this.

I know this blog is supposed to be a beautiful blog, but we can't recognize beauty without the opposite of it, right?




Comments